Jumat, 06 Maret 2015

Rencanaku di Kota Bandung, Kota Wisata Alam

Rencanaku di kota Bandung, Kota Wisata Alam



Apa yang Anda ingat tentang kota Bandung ? Tentu saja dengan mudah Anda dapat menjawabnya. Selain udara sejuk yang selalu menemani kemana pun kaki melangkah, sudah barang tentu, Bandung adalah pusat mode dan aksesoris dengan factory outlet-nya yang tersebar di kawasan Jl. Dago, Jl. Riau, dan Jl. Cihampelas. Tidak sampai di situ saja, Bandung pun terkenal dengan ke-khas-an kulinernya yang menggoyang lidah, seperti penyeum, pisang bolen, brownies kukus, dan sebagainya yang pastinya membuat penikmat perjalanan tak pernah jera untuk kembali lagi dan lagi. Tapi bagiku, hiruk pikuk kehidupan yang selalu dipenuhi dengan stress, bising, kemacetan lalu lintas dan polusi udara, membuatku lebih memilih Bandung dengan wisata alamnya yang berpanorama indah dan sayang bila dilewatkan.

Kawasan Lembang menjadi sajian awal langkahku di kota Paris van Java ini. Wisata alam yang kupilih sebagai makanan pembuka adalah objek wisata ala cowboy, Kawasan De’Ranch Lembang. Tempat ini merupakan  sarana pendidikan yang baik. Di sini, kita bisa belajar menunggang kuda, tentu saja ditemani pemandu kuda yang berpengalaman. Bila takut seperti saya, cobalah naik delman atau bermain fun boat, panahan dan gold hunter. 

                                                                              Sumber :  Google


Sajian kedua adalah Floating Market. Di sini terasa sekali suasana persawahan, kebun sayur organik dan kebun strawberry. Kegiatan memetik buah menjadi aktivitas legal di kawasan wisata ini. Bermain dan memberi makan kelinci pun bisa kita lakukan di sini. Belum lagi, kita juga bisa membeli jajanan di pasar terapung. Yang unik di kawasan ini adalah kita harus menggunakan koin sebagai alat tukar. 


                                                                           Sumber :  Google


Dari kawasan Floating Market, jangan lupa mampir sebentar di pasar Lembang, jagung bakar 3 rasa dan ketan bakar bumbunya membuat ketagihan. Sajian selanjutnya adalah Gunung Tangkuban Perahu, sang legenda kota Bandung, menjadi tempat wisata yang selalu menebarkan pesonanya. Gunung dengan 3 kawah utama ini merupakan gunung berapi yang masih aktif, dengan ciri : mengeluarkan gas sulfur tetapi memiliki pemandangan yang begitu indah sehingga salah rasanya bila kita tak berfoto dengan latar belakang kawah Gunung Tangkuban Perahu.


                                                                       Sumber : Google


Dari sini, perjalanan terus berlanjut, melewati pemandangan kebun-kebun teh nan hijau yang menyejukkan mata dan sampailah di lokasi pemandian air panas Ciater. Pemandangan indah serta air panas yang berbau belerang seperti memberikan pijatan lembut yang menghempaskan semua kelelahan yang telah menumpuk.


                                                                           Sumber : Google


Perjalanan terus berlanjut untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sedangkan waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam sehingga kawasan yang dituju adalah daerah Jl. Riau, lebih tepatnya wisata kuliner Nasi Kalong. Yang paling unik di tempat ini adalah nasinya yang berwarna hitam sedangkan lauknya disajikan secara prasmanan, kira-kira ada 20 jenis lauk yang bisa dipilih. Di sini juga terdapat photo-photo dari selebritis-selebritis Indonesia yang pernah datang dan menikmati makanan di sini.


                                                                           Sumber :  Google




                                                                              Sumber : Google



Keesokan harinya,objek wisata alam yang dipilih adalah wisata alam Dago Pakar. Objek wisata yang terletak di sebelah utara kota Bandung ini merupakan objek wisata yang sudah sangat terkenal. Udara yang sejuk, pemandangan indah pohon-pohon besar yang tumbuh rindang, memberikan suasana yang sangat tenang. Selain merupakan tempat rekreasi alam terbuka, Dago Pakar juga merupakan tempat konservasi flora dan fauna dan tempat pendidikan dan penelitian botani. Jangan lupa, berkunjung juga ke sebuah gua yang merupakan peninggalan zaman penjajahan Jepang. Kami bisa bermain-main dengan suara gaung yang tercipta. 


                                                                             Sumber : Google



                                                                           Sumber : Google


Perjalanan tak berhenti sampai di sana, kawasan wisata Maribaya adalah objek wisata selanjutnya. Di sini, pemandangan alamnya lebih menakjubkan, dengan adanya beberapa air terjun yang indah dan juga pesona air panas yang mengagumkan. Banyak curug-curug yang bisa ditemui di kawasan Maribaya, salah satunya Curug Ciomas. Nampirlah juga ke beberapa warung yang menyajikan minuman hangat khas, seperti bandrek dan bajigur. Jagung bakar pun siap menemani saat anda melepas lelah.


                                                                          Sumber :  Google


Matahari telah tinggi, tanda siang hari telah datang menyapa tapi rasanya tidak mengasyikan bila tak menyaksikan Taman Alun-Alun Bandung. Sekarang Taman Alun-Alun Bandung nampak jauh berbeda. Taman ini berkonsep ruang terbuka, dihiasi oleh hamparan rumput sintetis warna hijau yang membuat kita bisa melakukan berbagai macam kegiatan. Taman bermain untuk anak-anak pun siap menyambut. Begitu pula kehadiran kursi-kursi yang mengelilingi Taman kota ini. 



                                                                     Sumber : Google



Tak jauh dari Taman Alun-Alun Bandung ini, kami pergi menuju jalan bersejarah di kota Bandung, yaitu : Jl. Braga, menikmati suasana tempo dulu dan bila beruntung, kita bisa berjalan-jalan menikmati kota Bandung dengan menggunakan Bandros. Sedikit berselfie di depan Gedung Merdeka (Museum Konferensi Asia Afrika) pun tak kami lewatkan.

                                                                              Sumber : Google



Sayang memang, tak semua objek wisata bisa kita kunjungi dalam waktu 2 hari 1 malam. Sebut saja, masih ada tempat wisata Kawah Putih, Situ Patenggang, Trans Studio Bandung, Tebing Keraton dan lain sebagainya. Tapi apa boleh dikata, waktu terus berjalan. Jangan takut, saya akan kembali mengunjungi Bandung, salah satu tempat wisata yang mendapatkan lima jempol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar