Rencanaku di kota Bandung, Kota Wisata Alam
Apa yang
Anda ingat tentang kota Bandung ? Tentu saja dengan mudah Anda dapat
menjawabnya. Selain udara sejuk yang selalu menemani kemana pun kaki melangkah,
sudah barang tentu, Bandung adalah pusat mode dan aksesoris dengan factory outlet-nya
yang tersebar di kawasan Jl. Dago, Jl. Riau, dan Jl. Cihampelas. Tidak sampai
di situ saja, Bandung pun terkenal dengan ke-khas-an kulinernya yang menggoyang
lidah, seperti penyeum, pisang bolen, brownies kukus, dan sebagainya yang
pastinya membuat penikmat perjalanan tak pernah jera untuk kembali lagi dan
lagi. Tapi bagiku, hiruk pikuk kehidupan yang selalu dipenuhi dengan stress, bising,
kemacetan lalu lintas dan polusi udara, membuatku lebih memilih Bandung dengan wisata
alamnya yang berpanorama indah dan sayang bila dilewatkan.
Kawasan
Lembang menjadi sajian awal langkahku di kota Paris van Java ini. Wisata alam
yang kupilih sebagai makanan pembuka adalah objek wisata ala cowboy, Kawasan De’Ranch
Lembang. Tempat ini merupakan sarana
pendidikan yang baik. Di sini, kita bisa belajar menunggang kuda, tentu saja
ditemani pemandu kuda yang berpengalaman. Bila takut seperti saya, cobalah naik
delman atau bermain fun boat, panahan dan gold hunter.
Sumber : Google
Sajian kedua adalah Floating
Market. Di sini terasa sekali suasana persawahan, kebun sayur organik dan kebun
strawberry. Kegiatan memetik buah menjadi aktivitas legal di kawasan wisata ini.
Bermain dan memberi makan kelinci pun bisa kita lakukan di sini. Belum lagi,
kita juga bisa membeli jajanan di pasar terapung. Yang unik di kawasan ini
adalah kita harus menggunakan koin sebagai alat tukar.
Sumber : Google
Dari kawasan Floating
Market, jangan lupa mampir sebentar di pasar Lembang, jagung bakar 3 rasa dan
ketan bakar bumbunya membuat ketagihan. Sajian selanjutnya adalah Gunung
Tangkuban Perahu, sang legenda kota Bandung, menjadi tempat wisata yang selalu menebarkan
pesonanya. Gunung dengan 3 kawah utama ini merupakan gunung berapi yang masih
aktif, dengan ciri : mengeluarkan gas sulfur tetapi memiliki pemandangan yang
begitu indah sehingga salah rasanya bila kita tak berfoto dengan latar belakang
kawah Gunung Tangkuban Perahu.
Sumber : Google
Dari sini, perjalanan terus berlanjut, melewati pemandangan
kebun-kebun teh nan hijau yang menyejukkan mata dan sampailah di lokasi
pemandian air panas Ciater. Pemandangan indah serta air panas yang berbau
belerang seperti memberikan pijatan lembut yang menghempaskan semua kelelahan
yang telah menumpuk.
Sumber : Google
Perjalanan terus berlanjut untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sedangkan waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam sehingga kawasan yang dituju adalah daerah Jl. Riau, lebih tepatnya wisata kuliner Nasi Kalong. Yang paling unik di tempat ini adalah nasinya yang berwarna hitam sedangkan lauknya disajikan secara prasmanan, kira-kira ada 20 jenis lauk yang bisa dipilih. Di sini juga terdapat photo-photo dari selebritis-selebritis Indonesia yang pernah datang dan menikmati makanan di sini.
Sumber : Google
Keesokan harinya,objek wisata alam yang dipilih adalah wisata alam Dago Pakar. Objek wisata yang terletak di sebelah utara kota Bandung ini merupakan objek wisata
yang sudah sangat terkenal. Udara yang sejuk, pemandangan indah pohon-pohon besar yang tumbuh
rindang, memberikan suasana yang sangat tenang. Selain
merupakan tempat rekreasi alam terbuka, Dago Pakar juga merupakan tempat konservasi flora dan fauna dan tempat pendidikan
dan penelitian botani. Jangan lupa, berkunjung juga ke sebuah gua yang merupakan peninggalan zaman penjajahan Jepang. Kami bisa bermain-main dengan suara gaung yang tercipta.
Sumber : Google
Perjalanan tak berhenti sampai di sana, kawasan wisata Maribaya adalah objek
wisata selanjutnya. Di sini, pemandangan alamnya lebih
menakjubkan, dengan adanya beberapa air terjun yang indah dan juga pesona air panas yang mengagumkan. Banyak curug-curug yang bisa ditemui di kawasan Maribaya, salah
satunya Curug Ciomas. Nampirlah juga ke beberapa warung yang menyajikan minuman
hangat khas, seperti bandrek dan bajigur. Jagung bakar pun siap
menemani saat
anda melepas lelah.
Sumber : Google
Matahari
telah tinggi, tanda siang hari telah datang menyapa tapi rasanya tidak
mengasyikan bila tak menyaksikan Taman Alun-Alun Bandung. Sekarang Taman Alun-Alun
Bandung nampak jauh berbeda. Taman ini berkonsep ruang terbuka, dihiasi oleh hamparan
rumput sintetis warna hijau yang membuat kita
bisa melakukan berbagai macam kegiatan. Taman bermain untuk anak-anak pun siap
menyambut. Begitu pula kehadiran kursi-kursi yang mengelilingi Taman kota ini.
Tak
jauh dari Taman Alun-Alun Bandung ini, kami pergi menuju jalan bersejarah di kota
Bandung, yaitu : Jl. Braga, menikmati suasana tempo dulu dan bila beruntung,
kita bisa berjalan-jalan menikmati kota Bandung dengan menggunakan Bandros. Sedikit
berselfie di depan Gedung Merdeka (Museum Konferensi Asia Afrika) pun tak kami
lewatkan.
Sumber : Google
Sayang
memang, tak semua objek wisata bisa kita kunjungi dalam waktu 2 hari 1 malam.
Sebut saja, masih ada tempat wisata Kawah Putih, Situ Patenggang, Trans Studio
Bandung, Tebing Keraton dan lain sebagainya. Tapi apa boleh dikata, waktu terus
berjalan. Jangan takut, saya akan kembali mengunjungi Bandung, salah satu
tempat wisata yang mendapatkan lima jempol.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar